Senin, 21 Oktober 2013

Inilah Penyebab Banyak Orang Malas Olahraga

Siapa yang tidak tahu bahwa olahraga itu banyak manfaatnya? Pasien saya  yang sedang sakit pun, dan barangkali tidak pernah berolahraga sebelumnya, akan menganggukkan kepalanya tanda setuju bahwa olahraga berguna untuknya.

Ia tahu bahwa olahraga dapat mengurangi perutnya yang buncit itu, yang menjadi biang kerok penyakit yang dideritanya. Nah, kalau kepada pasien dianjurkan untuk berolahraga, apa dia mau? Pengalaman saya, hanya sebagian kecil mereka yang akhirnya mau melakukannya.

Seperti pasien di atas, kebanyakan kita juga begitu. Bukan main susahnya memulai olahraga apalagi mempertahankannya. Saya tak tahu berapa persen penduduk dewasa Indonesia yang aktif berolahraga, tetapi saya rasa sangat kecil sekali. Kegiatan-kegiatan olahraga yang dilaksanakan dalam event tertentu, seperti maraton, sepeda, jalan santai dan sebagainya hanya ramai waktu acara itu dilaksanakan. Setelah itu, sepeda, sepatu, dan aseoris olahraga lainnya lebih banyak digantung.
Di negara maju saja, seperti Amerika, 60 persen penduduk dewasanya tidak melakukan olahraga secara teratur, 55 juta bahkan tidak berolahraga sama sama sekali. Sementara selama 4 jam rata-rata mereka duduk di depan televisi.

Nah, kita tahu bahwa olahraga sangat baik untuk kesehatan. Kita tahu olahraga membuat jantung lebih bugar, otot dan tulang makin kuat dan tekanan darah turun. Olahraga juga mencegah diabetes, cacat di hari tua, tidur lebih nyenyak, dan dapat memperbaiki, memelihara otak dan  mood. Dan kita tahu lebih banyak lagi manfaat yang  dapat dipetik dari kegiatan olahraga. Tetapi, mengapa kita tetap memilih untuk tidak melakukannya?

Banyak alasan yang diberikan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mulai dari malas, capek, bosan, tidak punya peralatan, tidak ada waktu, dan sebagainya. Tetapi. yang paling penting, menurut Jeffrey R dan Betty L dalam buku Age Smart, mengapa kita tidak mengerjakannya adalah bahwa kita menganggap olahraga itu hanya sebagai pilihan, yang boleh saja kita lakukan atau tidak.
Kita beranggapan bahwa olahraga adalah sesuatu di luar kegiatan rutin. Olahraga ditempatkan di luar jurnal keseharian. Akibatnya, mau olahraga atau tidak, kita secara tak sadar beranggapan bahwa itu tidak masalah, tidak ada akibat  buruknya.
Karena anggapan itu sudah terbenam dalam otak, maka otak pun merasa sudah menjadi nyaman untuk tetap larut dalam kebiasaan seperti itu.  Dan, sayang,  sebagian besar  kita baru sadar untuk melakukan aktivitas olahraga bila sudah sangat terlambat. Biasanya ketika penyakit atau cacat sudah mendera kita, ketika olahraga itu sendiri sudah menjadi beban bagi tubuh kita.

Oleh karena itu, anggapan bahwa olahraga itu sebagai pilihan harus dibuang. Sebaliknya jadikanlah olahraga itu sebagai bagian tak terpisahkan dari jurnal kegiatan sehari-hari.  Cattie Blacks, pebisnis dunia dan presiden Hearst Magazine, adalah sosok yang memperoleh manfaat besar dari olahraga. Pada saat ia berusia 60 tahun, kebanyakan orang mengira masih pantas untuk 40 tahun. Saat ditanya, mengapa bisa demikian? Ia menjawab “karena kebiasaan olahraga dilakukan secara teratur setiap hari”.
Mengapa ia masih punya waktu untuk berolahraga di tengah-tengah kesibukannya? Cattie rupanya mengubah pikirannya tentang olahraga. Ia menghargai olahraga seperti janji-janji dan pertemuan yang harus dipenuhi. Sama seperti pertemuan yang ia jadwalkan, olahraga juga tercantum dalam buku hariannya.  Bahkan, kalau waktu itu adalah jadwal olahraganya, kemudian ada undangan pertemuan, Ia akan memprioritaskan olahraga dibandingkan pertemuan itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, saya pun melakukan hal yang sama. Olahraga secara teratur setiap hari paling tidak 30-40 menit. Di ruangan terbatas saya bisa jogging, berlari, olahraga peregangan dan sebagainya. Boleh dikatakan, tiada hari tanpa olahraga.  Ini baru bisa saya jalani pada saat saya beranggapan bahwa olahraga itu bukan suatu pilihan, tetapi suatu keharusan dalam keseharian.
Saya buat jadwal khusus untuk olahraga. Biasanya saya berolahraga beberapa jam menjelang praktek sore dan setelah  tidur siang beberapa menit sebelumnya. Alhamdulillah, disamping saya tahu manfaat olahraga secara teoritis, saya juga dapat merasakan dan menikmatinya.

Seperti diketahui, lamanya olahraga yang dianjurkan sesuai peneltian adalah minimal antara 30-40 menit, lima kali dalam seminggu. Jadi, ada hari tanpa kita harus olahraga. Dari waktu 30 menit olahraga, sebenarnya bisa juga dibagi menjadi interval 10-15 menit, dua-tiga kali dilakukan dalam sehari, cukup hanya tiga kali dalam seminggu.
Olahraga dengan frekuensi seperti ini memang masih memberikan manfaat yang sama. Tetapi ada sisi negatif  saya lihat, memilah-milah lamanya olahraga seperti ini membuat kita sangat sulit mempertahankan kontinuitasnya. Jadi, kalau kita misalnya sudah berolahraga 10-15 menit, kita berhenti, kemudian mau melanjutkannya lagi di hari yang sama, itu tidak mudah. Begitu juga bila dalam satu minggu ada hari tanpa olahraga. Contohnya 2-3 hari tidak olahraga, biasanya hari tanpa olahrga itu akan berlanjut terus. Karena itu, tetaplah berolahraga 30-40 menit dan tujuh hari dalam seminggu.

Olahraga itu memang susah, tidak hanya memulainya, apalagi mempertahankannya. Namun, dengan mengubah persepsi dan pikiran kita bahwa olahraga itu bukanlah pilihan yang dapat kita kerjakan atau tidak - tidak bisa sekarang, besok atau lain waktu juga boleh  - tetapi sebaliknya kita hargai sebagai kegiatan penting dalam kehidupan, seperti halnya sarapan pagi, maka Insya Allah olahraga itu akan menjadi kebutuhan. Jadikanlah olahraga sebagai bagian tidak terpisahkan dalam kegiatan seharian, agendakan olahrga itu dalam buku jurnal harian Anda.

Sumber :

 

Jumat, 18 Oktober 2013

Ini Caranya Agar Anak Tak Kekurangan Mineral


Zat gizi mikro—seperti vitamin dan mineral--dibutuhkan dalam menunjang proses tumbuh kembang anak. Akan tetapi, seringkali kebutuhan akan gizi mikro ini tidak terpenuhi dari makanan sehari-hari.
Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB Prof Hardinsyah MS mengatakan, dampak defisiensi zat gizi mikro terkait tumbuh kembang anak bersifat jangka panjang. Di antaranya anak rentan mengalami kekerdilan, keterlambatan pematangan tulang, dan keterlambatan kematangan seksual.
Untuk mengatasi kekurangan zat gizi mikro, perlu memperbaiki pola konsumsi makanan sehari-hari yang sehat dan bervariasi sehingga dapat meningkatkan status gizi anak secara keseluruhan. Dalam hal ini mengonsumsi pangan hewani dan sayuran sehingga tubuh dapat membantu memenuhi kecukupan asupan zat gizi mikro.
Nah, salah satu zat gizi mikro yaitu mineral merupakan gizi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian enzim dan sangat penting dalam pengendalian komposisi cairan tubuh. Mineral turut membangun enzim dan protein.
Mineral dapat diklasifikasikan menjadi mineral utama (mayor)  dan mineral minor.  Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida adalah contoh mineral utama, sedangkan kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc adalah contoh mineral minor.
Berikut adalah jenis-jenis mineral penting diketahui dan cara untuk memenuhi kebutuhannya :
1.Kalsium
Kalsium merupakan mineral terbesar yang dibutuhkan tubuh. Sekitar 2-3 persen dari berat badan adalah kalsium, di mana 98 persen tersimpan di dalam tulang dan gigi dan 1 persen di darah. Fungsi kalsium untuk pemeliharaan tulang dan gigi, membantu kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, fungsi hormon, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12 dan pencegahan batu ginjal dan penyakit jantung bahkan perkembangan sel-sel saraf dan otak.
Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, anak-anak dapat diberikan makanan-makanan sumber terbaik kalsium di antaranya susu dan produk susu (keju, yoghurt, dan lainnya), telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau gelap. Susu mengandung banyak kalsium. Meminum susu secara teratur memastikan memiliki tulang yang kuat dan tumbuh dengan baik.
2.Zat Besi
Zat Besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin (sel darah merah) yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kemudian membawa karbondioksida keluar tubuh. Zat besi juga mendukung fungsi otot, enzim, protein dan metabolisme energi. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, kelelahan, kelemahan, sakit kepala.
Dalam memenuhi kebutuhan zat besi, anak-anak dapat dibiasakan mengonsumsi pangan yang merupakan sumber zat besi antara lain susu dan produk olahan susu lainnya, sayuran berdaun hijau, brokoli, daging merah, ikan, kerang, unggas, kacang kedelai, buncis, kismis. Tubuh dapat menyerap 20-40 persen besi dari sumber hewani dan 5-20 persen besi dari sumber nabati.
3.Yodium
Zat ini berfungsi mengatur tingkat oksidasi dalam setiap sel pada jaringan tubuh yang aktif, mengatur fungsi syaraf dan jaringan otot, memperkuat otot-otot, engatur peredaran darah.
Pemenuhan mineral yodium bagi anak-anak dapat berasal dari berbagai hasil laut hasil olahnya, seperti berbagai jenis ikan, kerang, udang, cumi, rumput laut (termasuk agar-agar). Susu dan daging juga dapat menjadi pilihan.
4.Zinc (seng)
Zinc terdapat di semua sel tubuh, terutama di kulit, kuku, rambut dan mata.
Zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, produksi protein, insulin dan sperma, membantu dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein, berperan dalam mengeluarkan karbondioksida, mempercepat penyembuhan, pertumbuhan, perawatan jaringan tubuh, dan mendukung indera seperti penciuman dan perasa.
Kekurangan zinc menyebabkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, penyembuhan lambat, rambut rontok,
Guna memenuhi kebutuhan seng, para orang tua dapat memberikan anak  berbagai jenis yang menjadi sumber terbaik di antaranya daging sapi, kambing, dan unggas, kerang, kepiting, lobster, kacang-kacangan dan biji-bijian.
5.Selenium
Tubuh membutuhkan selenium dalam jumlah kecil  akan tetapi manfaatnya sangat penting untuk kesehatan liver (hati).
Selenium banyak ditemukan dalam sayuran dan buah, daging, ikan dan kacang-kacangan, susu dan produk susu, telur, susu ayam, bawang putih, bawang merah dan sayuran hijau.
6.Kalium, Natrium dan KloridaMineral ini larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Ketiga mineral tersebut membuat cairan dalam tubuh tetap konstan. Mereka juga berperan penting dalam transportasi glukosa ke dalam sel, tekanan darah, irama jantung dan fungsi otot. Kekurangan mineral-mineral ini menyebabkan kecemasan, mualdan detak jantung tidak teratur.
Sumber zat gizi ini terdapat pada hampir semua makanan kecuali minyak, lemak dan gula. (*)

(sumber: kompas.com)

14 Alasan Makan Mentimun Menyehatkan

 

Saat mengonsumsi daging, selayaknya seimbangkan dengan asupan sayur dan buah. Anti-oksidan pada sayur dan buah mampu menyeimbangkan efek natrium dan zat besi heme pada daging yang berpotensi meningkatkan tekanan darah.

Salah satu jenis sayur atau buah yang bisa mengontrol efek natrium dan heme pada daging adalah mentimun. Mentimun mengandung banyak serat, potasium, dan magnesium. Ketiganya baik untuk mengontrol tekanan darah, baik tekanan darah tinggi maupun rendah.
"Sebetulnya, efek ini bisa diperoleh dari sayur dan buah jenis apa pun, termasuk salah satunya mentimun. Yang penting jangan lupa untuk mengonsumsi sayur dan buah saat makan daging," kata dokter gizi, Dr Saptawati Bardosono, kepada Kompas Health.
Selain sebagai penyeimbang asupan daging merah, dilansir dari fitnea.com, berikut 14 manfaat lain mengonsumsi mentimun yang baik untuk kesehatan tubuh.

1. Mengembalikan cairan tubuh
Bila merasa belum minum cukup air, sebaiknya segera makan mentimun. Pangan yang 90 persen terdiri atas air ini akan segera mengembalikan cairan dalam tubuh.

2. Melawan panas dari luar dan dalam tubuh
Makan mentimun mencegah rasa panas dari dalam tubuh. Saat panas terik, Anda juga bisa mengaplikasikan mentimun pada kulit untuk menjaga kelembabannya.

3. Mengurangi racun dalam tubuh
Air dalam mentimun berfungsi seperti sapu, yang membersihkan limbah dari dalam tubuh. Makan mentimun secara teratur diketahui akan melarutkan batu ginjal.

4. Mencukupkan kebutuhan vitamin sehari-hari
Mentimun mengandung tiga vitamin pokok yang selalu dibutuhkan sehari-hari. Vitamin A, B, C tersebut akan memperkuat sistem imun yang melindungi tubuh sehari-hari. Untuk memperoleh hasil maksimal, mentimun bisa dijus bersama bayam dan wortel. Sebaiknya mentimun tidak dikupas karena di bagian itulah terkandung 12 persen vitamin C, yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

5. Memberi cukup mineral untuk kulit
Mentimun memiliki kandungan potasium, magnesium, dan silikon yang tinggi. Hal inilah yang menjadikan timun sebagai bahan dasar tindakan spa untuk merawat kulit.

6. Membantu pencernaan dan pengurangan berat badan
Dengan kandungan air yang tinggi dan kalori yang rendah, mentimun adalah pangan ideal untuk menurunkan berat badan. Mengunyah mentimun baik untuk olahraga rahang dan seratnya baik untuk pencernaan. Konsumsi mentimun dalam hidangan sehari-hari baik untuk mengobati konstipasi kronis.

7. Memperbaiki tampilan mata
Potongan mentimun yang ditempatkan pada kelopak mata yang bengkak bisa memperbaiki penampilan. Timun akan mengurangi bengkak dan kantong mata sehingga membuat wajah tampak lebih segar.

8. Melawan kanker
Mentimun mengandung secoisolariciresinol, lariciresinol, dan pinoresinol. Ketiganya berhubungan erat dengan pengurangan risiko beberapa tipe kanker seperti kandung telur, payudara, prostat, dan saluran air kecil (uterine).

9. Mengurangi efek diabetes dan kolesterol
Mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan sel pankreas untuk memproduksi insulin. Produksi insulin membantu tubuh mengontrol kandungan gula darah pada pasien diabetes. Timun juga mengandung sterol yang mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.

10. Menyegarkan bau mulut
Jus mentimun mengobati dan menyegarkan bau napas akibat sakit gusi. Untuk memperoleh manfaat ini, sepotong mentimun bisa diletakkan dalam rongga mulut. Selanjutnya mentimun ditekan menggunakan lidah pada atap mulut. Kandungan fotokemikal mentimun akan membunuh bakteri, yang mengakibatkan bau napas tak sedap.

11. Melembutkan rambut dan kuku
Mineral silika dalam mentimun membuat rambut dan kuku lebih kuat dan bersinar. Kandungan sulfur dan silika terbukti merangsang pertumbuhan rambut.

12. Mendukung kesehatan sendi dengan mengobati "arthritis" dan gangguan pada persendian
Mentimun adalah sumber yang baik untuk kesehatan sendi dengan memperbaiki jaringan yang saling berhubungan. Mentimun yang dipadukan dengan wortel akan mengobati encok dan arthritis dengan menekan kadar asam uric.

13. Mengatasi pusing
Untuk menghindari pusing saat bangun pagi, sebaiknya makan beberapa iris mentimun sebelum tidur. Kandungan vitamin B, gula, dan elektrolit akan mengembalikan nutrisi dan mengurangi pusing pada pagi hari.

14. Menjaga ginjal tetap sehat
Mentimun akan menekan tingkat asam uric dalam tubuh dan menjaga ginjal tetap sehat. 

(sumber: Kompas.com)